Cari Sesuatu Tentang Bali Disini

21 July 2013

Gianyar, Wisata Seni Terlengkap di Bali

Dibukanya Rumah Topeng dan Wayang di Banjar Tengkulak Tengah makin mengukuhkan Kabupaten Gianyar sebagai obyek wisata seni terlengkap di Bali. 


Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma di Dusun Adat Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, itu mulai dibuka pada Sabtu (20/7/2013) yang bertepatan dengan rituan Tumpek Wayang bagi umat Hindu di Bali. 

"Peresmiannya bertepatan dengan Tumpek Wayang karena hari baik bagi wayang. Makanya pula semua koleksi wayang kami upacarai," kata Direktur Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma, Agustinus Prayitno, di Gianyar, Minggu (21/7/2013). 

Dalam peresmian itu Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata menancapkan "kayon" sekaligus membuka secara simbolis Festival Wayang Internasional (Bali Puppetry Festival and Seminar) pada 22-27 September mendatang. 


Perajin patung menyelesaikan pembuatan patung dari batu padas di Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Minggu (8/5/2011). Batubulan dan Singapadu di Kecamatan Sukawati menjadi sentra pembuatan patung khususnya dari bahan campuran semen dan batu paras serta batu padas. Patung-patung tersebut diekspor hingga ke mancanegara. Peresmian dihadiri sejumlah seniman, salah satunya dalang Made Sija mementaskan wayang Sapuh Leger. Pementasan wayang lemah ini terkait dengan hari baik wayang pada Hari Tumpek Wayang sekaligus rangkaian upacara ruwatan bagi mereka yang lahir pada hari Sabtu Kliwon. 

Acara juga dimeriahkan dengan pementasan dalang cilik Made Georgiana Triwinadi (15) Banjar Tegallinggah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, dengan judul "Arjuna Tapa". 

"Tentu saja Rumah Topeng dan Wayang ini membuat Gianyar makin dikenal dunia sebagai obyek wisata seni," kata Anak Agung Gde Agung Bharata. 

Bupati Gianyar menganggap rumah tersebut bagian dari upaya pelestarian kesenian wayang yang dari generasi ke generasi makin berkurang peminatnya. Di rumah tersebut tersimpan 1.300 topeng dan 5.700 wayang berasal dari pelosok Tanah Air dan mancanegara. 


Bocah mengenakan topeng dan baju adat Bali saat menyambut pelari BII Maybank Bali Marathon 2013 di Desa Saba, Kelurahan Belahbatuh, Gianyar, Bali, Minggu (16/6/2013). Koleksi dipajang pada sembilan bangunan utama yang berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare. "Selain untuk tujuan pariwisata, rumah ini juga sebagai upaya pelestarian, pendidikan, hiburan, dan pengembangan seni topeng dan wayang," kata Prayitno menambahkan. 

Festival Wayang Internasional itu diikuti beberapa negara, di antaranya Jepang, Iran, Malaysia, Filipina, China, India, dan Thailand. Dari dalam negeri ada Wayang Golek (Betawi), Wayang Beber (Wonosari), Wayang Potehi (Semarang), Wayang Kancil (Jawa Tengah), Wayang Kulit Bali (Wayan Sidia), Wayang Kampung Sebelah (Ki Jeliteng), dan Wayang Sasak (Lombok).
READ MORE - Gianyar, Wisata Seni Terlengkap di Bali

21 May 2012

Info Wisata: Nikmatnya Berwisata di Air Terjun Aling-aling Singaraja

SINGARAJA, Pesona wisata alam yang tersimpan di Pulau Bali seakan tak pernah habis kita dapatkan. Hal inilah yang mendasari para anggota R2C (Rihlah and Riyadoh Club) untuk kembali menjelajah wisata alam yang ada di utara Bali. Tempat wisata yang menjadi tujuan kami adalah air terjun Aling-aling.


Terletak di Desa Sambangan Singaraja, merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk menaklukkan rute yang cukup melelahkan ini. Rute yang berkelok-kelok dengan medan jalan yang sebagian rusak karena erosi musim penghujan membuat sebagian rombongan cukup dibuat kewalahan. Air terjun yang masih perawan dan belum banyak pengunjung yang datang ini sungguh menyajikan pemandangan yang luar biasa.

Pertama kali kami melihat air terjun yang ada di paling hulu. Dengan ketinggian mencapai 50 meter air terjun tinggi menjulang ini mampu membuat kami tidak tahan untuk segera menceburkan diri ke air. Kolam air yang ada di bawahnya cocok untuk berendam sambil melakukan relaksasi melalui titik-titik air yang jatuh ke bawah.

Selanjutnya dengan dipandu oleh penduduk lokal kami diajak untuk bermain water slide di lokasi air terjun yang kedua. Dengan ketinggian sekitar 4 meter anggota R2C diajak untuk memacu adrenalin menyusuri derasnya air terjun deras menghunjam kolam air yang besar dan cukup dalam. Saya sempat mencoba untuk mengukur kedalaman air kolam di sini dengan menyelam lebih dalam, tapi ternyata belum selesai mengukur kedalaman nafas keburu sudah tak sanggup.

Satu hal yang kami rasakan ketika kami asyik-asyik bermain disini adalah sebuah rasa syukur yang sangat mendalam akan segala nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada hambanya. Air yang melimpah dan jernih ini bisa dinikmati dengan baik dan mampu merefreshkan raga kami. Hal ini penting karena disela-sela kesibukan mengurus dunia kita juga memerlukan keseimbangan ragawi dan jasadi untuk kehidupan yang seimbang.

Melanjutkan petualangan anggota R2C pada hari Sabtu, 10 Desember 2011 kami diajak untuk lebih memanaskan adrenalin kami dengan menerjunkan diri ke kolam air bagian hilir. Dengan ketinggian mencapai 8 meter membuat sebagian anggota R2C mengurungkan diri untuk ikut terjun. Hal ini memang perlu persiapan fisik dan mental yang matang. Alih-alih mau meloncat tapi karena ragu nanti malah bisa jatuh terpeleset.

Beberapa teman yang sudah mencoba menceburkan diri dari ketinggian 8 meter ini mengatakan bahwa seakan-akan waktu untuk terjun yang tidak lebih dari 3 detik ini terasa cukup lama. Maklumlah, karena memang ini sangat mendebarkan dan tidak semua rombongan berani mencoba. Arus yang deras dan kolam air dibawah yang dalam membuat semua orang yang telah menceburkan diri mulai merasa lelah dan kedinginan.

Ternyata tidak cukup petualangan yang ada di air terjung Aling-aling karena ada sebuah air terjun yang ada dipaling hilir dengan ketinggian 14 meter, Woww!. Dengan ketinggian yang membuat orang berpikir berkali-kali untuk menceburkan diri ini membuat sebagian anggota yang sudah siap untuk terjun mengurungkan niatnya. Tapi setelah sebagian orang sukses terjun dengan gayanya yang unik-unik membuat kita merasa puas dan rasanya sayang bila tidak mampir lagi ke tempat ini.

Pengalaman yang luar biasa ini sungguh nikmat yang besar dari Allah SWT. Sepatutnya kita mampu mensyukurinya dengan mampu menjaga kelestarian alam dan tidak merusaknya dengan membiarkan tangan-tangan jahil yang mencoba merusak alam yang indah ini. (andin)

Sumber: SeputarBali.com
READ MORE - Info Wisata: Nikmatnya Berwisata di Air Terjun Aling-aling Singaraja

20 May 2012

Kuliner Bali: Warung Malang Kuta tempat makan Backpacker Dunia


Warung Malang adalah warung makan yang menyediakan berbagai menu dari nasi goreng khas Malang sampai steak khas Eropa. Lokasi warung Malang di Jalan Pattimura no.9 Kuta, terletak diantara Jalan Majapahit dan Jalan Mataram, harga disini murah bagi kantong Backpacker Indonesia maupun Mancanegara. Tempatnya luas dan nyaman, daftar harga menunya 3 bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, jadi bagi yang turis mancanegara tidak perlu repot untuk menanyakan menu masakan yang dipesannya. Setiap hari selalu ramai di kunjungi dan beberapa menu yang tersedia nasi goreng, fuyung hai, mie goreng, koloke, capcay, hot plate, ikan bakar , kerang , dll, dan minumannya jus banana, jus semangka, jus alpukat, es gula, dll.

Selamat menikmati masakan Indonesia dengan suasana dimana banyak turis mancanegara di sekitar kita dan tempat berkumpulnya Bali Backpacker.


READ MORE - Kuliner Bali: Warung Malang Kuta tempat makan Backpacker Dunia

19 May 2012

Info Wisata: Agro Wisata Desa Sibetan Karangasem Bali

Bali tidak hanya terkenal dengan alam, budaya dan tradisinya, namun Bali juga terkenal akan Wisata Agro seperti yang terdapat di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandam, kabupaten Karangasem.


Desa Sibetan merupakan desa penghasil buah salak, buah salak yang dihasilkan disini sangat terkenal dengan nama salak Bali yang memiliki citarasa tersendiri dan berbeda dari buah salak didaerah lain di Indonesia. Di Desa ini terdapat lebih kurang 15 jenis varietas yang ditumbuh.

Bentuk buah salaknya bulat lonjong, kulitnya bersisisk kecil dengan berwarna kuning kecoklatan. Daging buahnya tebal, rasanya manis dan renyah, bijinya kecil-kecil dan biasanya berjumlah 1-2 pada setiap buah, adapun jenis salak yang di unggulkan antara lain: salak nenas dan salak gula pasir.

Bila produksi panen salak di bulan Desember - Februari melimpah penduduk setempat membuat buah salak menjadi produk olahan dan menjadikannya beraneka jenis seperti: wine salak, dodol salak, kripik salak, syrup salak dan manisan salak.


Di Agro Wisata Desa Sibetan ini pengunjung yang datang dapat melihat langsung, memetik dan proses panen salak serta juga dapat mengetahui tentang bagaimana salak-salak itu dipasarkan.

Agro Wisata Desa Sibetan memiliki luas area sekitar 1.125.000 hektar, berada di ketinggian 400-600 meter diatas permukaan laut, dengan temperature rata-rata 20-30 derajat celcius. Curah hujan 1.567 mm-2.000 mm per tahun. Iklim dan udara yang sejuk membuat salak cocok tumbuh di daerah ini.

Bila anda ingin berkunjung kesini terdapat warung makanan dan minuman di sekitar Agro Wisata Desa Sibetan ini antara lain: warung makanan dan minuman serta penginapan.

Jarak tempuh yang diperlukan untuk tiba di tempat ini memakan waktu kira-kira 60 menit perjalanan dengan jarak tempuh kurang lebih 42 km dari Kota Denpasar.

Bila anda berkunjung ke Bali, Agro Wisata Desa Sibetan bisa dijadikan salah satu tujuan wisata anda.
READ MORE - Info Wisata: Agro Wisata Desa Sibetan Karangasem Bali

Info Wisata: Air Panas Angseri

Air Panas Angseri terletak dikaki gunung Batukaru diketinggian 700 meter di atas permukaan laut dengan hawa yang sejuk berada Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kurang lebih 15 menit dari Bedugul dan 5 menit dari Jatiluwih.


Objek wisata Air Panas Angseri berada di tengah tengah hutan bambu dan bersuhu 48 derajat celcius. Debit airnya cukup besar saat baik untuk pengobatan penyakit kulit dan terapi. Di sebelah selatan lokasi ini terdapat air asam dan sebuah pura kuno yang bernama Pura Pucak Tinggah. Selain air panasnya yang alami, pemandangan alam disekitar Air Panas Angseri ini sungguh indah dan menawan hati. Sepanjang jalan menuju kelokasi pengunjung yang datang dapat melihat pemandangan sawah yang hijau membentang dengan panorama alam yang indah dan asri. Banyak wisatawan lokal dan asing yang datang untuk mandi di air panas ini sambil menikmati suasana alami.

Obyek wisata alam Air Panas Angseri dulu hanya sebagai tempat pemandian tradisional. Bermula dari keinginan kuat masyarakat setempat untuk dapat mengelola sumber Air panas ini dan berdasarkan ide pemikiran 6 orang warga desa Angsari pada bulan oktober 2007 tempat ini dibangun dan dibuka untuk umum menjadi kawasan pemandian yang nyaman. Selanjutnya dibentuklah kelompok yang berjumlah 80 orang warga Angseri dengan mengusung nama Kelompok Pengelola Wisata Alam Angseri dengan bentuk badan hukum CV.

Masyarakat sekitar ini objek wisata Air Panas Angseri sebagian besar bermata pencarian sebagai petani dengan bukanya objek wisata ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap perekonomian dikawasan ini.

Jarak tempuh ke lokasi ini kira-kira 52 km dari kota Denpasar dan lebih kurang 125 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai Bali bila menggunakan kendaraan bermotor.

Fasilitas yang terdapat di objek wisata Air Panas Angseri antara lain adalah; satu kolam air panas terbuka untuk orang dewasa, satu kolam air panas terbuka untuk anak-anak lengkap dengan sarana bermain seperti perosotan dan ayunan, enam bilik tertutup dengan kapasitas maksimal enam orang per bilik. Bilik-bilik pribadi ini dibersihkan setiap kali selesai digunakan oleh pengunjung dan airnya juga diperbaharui, satu bilik di lengkapi dengan nunas tamba dengan suhu 46 derajat (nunas tamba adalah air panas yang mengandung belerang yang tinggi dan dipercaya pada menyembuhkan penyakit kulit), toilet, area parkir kantin dan restoran.

Bila anda datang ke Bali Air Panas Angseri adalah tempat yang potensial tujuan wisata yang harus anda kunjungi.

Jadwal Buka : Setiap Hari
Jam Buka : 08:00 s/d 17:00 Wita


READ MORE - Info Wisata: Air Panas Angseri

15 May 2012

Budaya Bali: Tari Gebug Ende yang Masih Dipertahankan

Sebagai daerah wisata populer sudah sepantasnya kalau bali digempur dari sana-sini soal budaya karena sejatinya yang datang ke Bali bukan hanya turis nasional saja, melainkan turis asing dari berbagai macam suku dan bangsa yang memiliki karakter, adat-istiadat, dan kebudayaan yang berbeda. Meski demikian, yang patut diacungi jempol dari Bali karena meski gempuran modernitas begitu masif menerjang namun mayoritas masyarakatnya tak sedikitpun melupakan akar sejarah dan tradisi nenek moyangnya yang sudah sewajibnya dipertahankan sampai kapanpun.


Salah satunya ialah Tari Gebug Ende. Apa itu Gebug Ende? Secara gerakan, tarian ini memiliki gerakan yang hampir sama dengan gerakan silat namun yang membedakannya ialah pada sarana yang digunakannya. Tarian Gebug Ende menggunakan Tamiang (Perisai) yang terbuat dari kulit sapi dan rotan sebagai alat pemukulnya. Atraksi tarian ini tak ubahnya seperti perang tanding yang saling berbalas pukulan diantara pesertanya.

Istilah Gebug Ende ini juga dikenal dengan Gebug Seraya didasarkan pada daerah dimana kesenian ini berasal. Gebug Ende ini hanya dimainkan oleh para pria dewasa maupun anak-anak. Soal asal kata, Gebug Ende sendiri berasal dari kata ”Gebug” dan “Ende”. Gebug artinya memukul dimana alat pemukulnya berupa rotan yang panjang sampai sekitar 1,5 – 2 meter. Sedangkan alat yang digunakan untuk menangkisnya bernama Ende.

Ende ini dibuat dari kulit sapi yang telah dikeringkan yang kemudian dianyam berbentuk lingkaran. Diceritakan Jaman dahulu krama desa seraya adalah prajurit perang Raja Karangasem yang ditugaskan untuk “menggebug” atau menyerang Lombok. Setelah jaman kerajaan, jiwa dan semangat kesatria seraya masih tetap menyala hingga kini. Disesuaikan perkembangan jaman maka terciptalah sebuah tarian Gebug Ende yang secara turun temurun dapat kita saksikan hingga kini.

Areal Pertunjukkan

Areal Gebug Ende dapat ditentukan dimana saja asalkan medannya datar. Tidak ada ukuran yang pasti untuk menentukan areal ini disesuaikan dengan kondisi areal saja. Sementara untuk menjaga keamanan pemain dari desakan penonton lapangan pun dibatasi dengan pembatasa yakni tali. Para Juru Banten pun melakukan ritual permohonan berkat agar permainan Gebug Ende ini dapat memberikan keberhasilan dan kemakmuran bagi Krama Seraya.

Tarian ini biasa digelar di beberapa desa di Kecamatan Gerokgak.

Selamat Menyaksikan!

Jangan Lupa Follow @LintasBali On Twitter
READ MORE - Budaya Bali: Tari Gebug Ende yang Masih Dipertahankan

Info Wisata: Bali Cliff, Tempat Surfing yang Menawan

Kalau selama ini Anda cuma familiar dan hanya mengunjungi tempat wisata seperti Sanur, Kuta dan lainnya selama mengunjungi Bali, alangkah baiknya untuk mencari suasana wisata yang lain. Salah satu tempat yang tak kalah menarik dan indahnya, namun belum banyak diketahui para wisatawan ialah Bali Cliff. Apa itu Bali Cliff?


Bali Cliff memiliki tiga nama sekaligus yakni Bali Cliff sendiri, Green Bowl dan juga Hidden Beach. Ketiganya memiliki alasannya tersendiri. Disebut Bali Cliff karena dulunya pernah ada hotel yang diberinama Bali Cliff dan untuk memudahkan menyebut serta mengingat nama tempat wisata ini makan dinamailah Bali Cliff. Kemudian disebut juga dengan Green Bowl dengan alasan bahwa kalau kita melihat kawasan pantai ini dari udara maka akan tampak bentuknya yang menyerupai sebuah mangkuk berisi air. Bali Cliff juga disebut dengan Hidden Beach karena sejatinya memang pantai ini berada dibalik tebing sehingga cukup sulit ditemukan.


Green Bowl atau Bali Cliff ini menawarkan pemandangan yang sangat menakjubkan. Bisa terlihat hamparan pasir putih yang membentang, kemudian warna air lautnya yang kebiruan serta dinding batu karang yang terjal dan tangguh merupakan sekelumit keindahan yang bisa disebutkan. Bagi Anda yang sangat menggemari dunia surfing, maka Bali Cliff ini merupakan area yang tepat untuk menjajal keberanian dan adrenalin. Banyak wisatawan yang berkunjung juga salah satunya dengan alasan ingin menjajal spot surfing yang ada disini.

Tipe ombaknya ialah regional classic yang memiliki panjang gelombang normal dan ketinggian cukup menantang. Dasar pantainya terdiri batu-batuan yang apabila tidak behati-hati maka akan melukai kaki atau bagian tubuh yang lain. Untuk dicatat, karena lokasinya cukup terpencil maka Anda yang berminat akan mengunjungi Bali Cliff ini diharapkan untuk membawa perbekalan makanan sendiri karena tak banyak penjual makanan yang ada disini dan hanya buka di siang hari saja.

Lokasi
Bali Cliff berada di titik 8° 51.089’ S 115° 10.207’ E, Ungasan, Kabupaten Badung, Pulau Bali – Indonesia.
READ MORE - Info Wisata: Bali Cliff, Tempat Surfing yang Menawan

Info Kuliner dan Tips: Sarapan Murah di Pantai Kuta

Wisatawan domestik yang baru merasakan keindahan Bali dihantui kesulitan menikmati wisata kuliner yang cepat dan murah. Bagi yang tengah asik menikmati keindahan pasir putih Kuta, rasanya sangat asik jika menikmati sarapan pagi di pantai Kuta.


Pantai Kuta juga menyajikan berbagai wisata kuliner yang murah namun tetap nikmat. Di sepanjang garis pantai, puluhan warung kecil berjajar dari pantai Kuta depan Hard Rock Kafe hingga Sahid Hotel. Warung murah ini sangat pas bagi para backpacker.

Warung ini sudah mulai buka sejak pukul 07.00 Wita. Jadi, wisatawan yang menginap di kawasan Jl Poppies, makan pagi di pantai Kuta bisa menjadi alternatif yang sangat pas. Selain harganya murah, warung ini pun ditata bersih dan rapi.

Menu setiap warung ini beraneka ragam, mulai dari nasi bungkus, rujak, minuman ringan, teh, kopi hingga ketupat cantok ala Bali. “Dulu saya pusing mencari makanan yang pas di perut pada pagi hari. Menikmati sarapan pagi di pantai Kuta juga menghadirkan sensasi yang berbeda,” kata Agus, seorang Wisdom asal Jogyakarta.

Pada siang hari, warung ini pun masih terasa teduh. Pasalnya, warung-warung kecil ini berada persis di bawah pepohonan yang tumbuh rindang di sepanjang pantai Kuta.

Sumber : Pakde Manbull
READ MORE - Info Kuliner dan Tips: Sarapan Murah di Pantai Kuta

14 May 2012

Info Kuliner Bali: Tempat Makan Halal di Bali

Sebenarnya tidak terlalu sulit mencari makanan halal di Bali terutama bagi penduduk muslim yang sudah menetap di Bali. Warung-warung muslim relatif mudah ditemui di sepanjang jalan Denpasar, Sanur, Tuban dan Kuta. Secara tampilan mudah dikenali dengan atribut ‘warung jawa’, ‘warung muslim’, ‘masakan halal’ atau cari masakan padang yang bertebaran di tempat-tempat strategis kota Denpasar dan Badung.


Di bawah ini beberapa refrensi yang dapat membantu Anda:

Denpasar:
De Surau Resto & Lounge
Lokasi: Rumah Makan Keluarga. Jl. Mahendradata No. 9C Teuku Umar Barat
Makanan: Sedia Makanan Nusantara, Fasilitas Free Hot Spot.

Wong Solo Denpasar.
Lokasi: Jl. Merdeka Denpasar
Makanan: Menu khas Ayam bakar dan Ikan Bakar

Warung Ibu Tinuk
Lokasi: Jl. Teuku Umar Denpasar
Makanan: Sedia pecel, aneka sayur, ayam goreng.

Ikan Bakar Cianjur
Lokasi: Jl. Tjok Agung Tresna - Renon (Depan TVRI)
Makanan; Gurame pesmol, tahu sumedang, lalap, sayur asin.

Warung Sederhana
Lokasi: Jl. Tjok Agung Tresna – Renon
Makanan: Berbagai macam menu Jawa dan Nusantara

Depot Pecel Madiun
Lokasi: Jl. Tjok Agung Tresna – Renon
Makanan: Khas nasi pecel Madiun dan menu nusantara

Ranah Minang
Lokasi: Jl. WR. Supratman Denpasar dan Jl. By Pass Ngurah Rai Denpasar
Makanan: Masakan Padang

Ayam Bakar Taliwang
Lokasi : Jl. Teuku Umar Denpasar
Makanan : Ayam Bakar Kampung

Pawon Pasundan
Lokasi: Jl Kediri Kuta
Makanan: Khas Sunda

Warung Bu Fauziah
Lokasi: Jl Nusakambangan
Makanan: nasi campur, ada mie goreng, sate, ati sapi, elor asin, suwir, ayam goreng

Warung Pak LikLokasi: Jalan Raya Puputan Renon (Depan Musium Braja Sandi)
Makanan: Lontong Sayur, Siomay, Soto, Nasi Goreng

Bumbu Desa
Lokasi: Jl. Raya Puputan Renon- Depan Gedung Diknas
Makanan: Khas Sunda - Nusantara


Kuta:
Wong Solo Kuta
Lokasi: Jl. Raya kuta kalo dari arah bandara sesudah jogger,
Makanan engan menu special adalah ayam bakar.

Warung Ibu Tinuk
Lokasi: Jalan Raya Kuta deket apotik kimia farma
Makanan: Sedia pecel, aneka sayur, ayam goreng etc.

Madania Restaurant
Lokasi: Jl. By Pass Ngurah Rai – Tuban
Makanan: Masakan Nusantara dan Internasional Halal.

Warung Hamdalah
Lokasi: Jl. Kubu Anyar – Kuta
Makanan: Masakan kas jawa, pecel, pepes, sayur dll.


Jimbaran:
McDonalds
Lokasi : Jl. By Pass Ngurah Rai – Jimbaran (pojok pertigaan kampus unud bukit)
Makanan : Ayam Goreng

Ikan Bakar Jimbaran
Lokasi : Sepanjang Pantai Jimbaran
Makanan : Ikan Bakar


Sanur:
Natrabu Padang
Lokasi : Jl. By Pass Ngurah Rai Sanur
Makanan : Khas Padang

Warung Sederhana
Lokasi : Jl. Danau Tambilangan - Sanur
Makanan : Nasi Campur - Nusantara


Kintamani:
Restaurant Kintamani
Lokasi : Jl. Raya Penelokan, Kintamani - Bangli
Makanan: Menu Nusantara

Semoga refrensi ini bisa bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menikmati makanan halal di Bali. Walaupun begitu, Anda tetap memeriksa atau menanyakan di lokasi sebelum memesannya siapa tahu sudah berubah atau salah informasi
READ MORE - Info Kuliner Bali: Tempat Makan Halal di Bali

Wisata Kuliner Bali - Legenda Lawar Kuwir Men Sono Sangeh

Bagi warga Bali tentu tak asing dengan nama Sangeh, mungkin sebagian kita waktu SD, sekolah mengajak kita berwisata ke Sangeh, Yup! Sangeh merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di Badung Utara.
Sangeh merupakan sebuah desa di mana monyet-monyet berkeliaran dengan bebas di sebuah bukit bernama Bukit Sari. Di sana ada pula sebuah pura yang bernama Pura Bukit Sari.


Menurut legenda setempat Bukit Sari dan monyet ini berada di sana ketika Hanoman, sebuah tokoh dalam wiracarita Ramayana, mengangkat gunung Mahameru. Beberapa bagian gunung ini jatuh di sana dan sejak saat itu monyet berkuasa di sana.

Nah Kali ini saya tidak akan membahas tentang Sangeh, melainkan Makanan khas Desa Sangeh, kalau anda kebetulan berwisata ke Sangeh, atau menuju arah Petang atau Kintamani, anda akan menjumpai Sebuah rumah makan yang tanpa plang nama dan promosi lainya, karena memang tempatnya di halaman rumah.


Namanya Rumah Makan Lawar Kuwir Mes Sono, warung ini cukup terkenal di kalangan Guide, Tamu mancanegara maupun PNS di wilayah Badung utara.

Harganya pun murah, cukup Rp. 10.000 pe porsi, Nasi putih, Lawar kuwir & Sayur atau Jukut Ares, lawar ini disajikan dengan sayur pare, tentunya dengan base genep dan rasanya bikin lidah kita bergoyang. tapi sayang Men Sono hanya menyediakan sendok yang tanpa garpu.
READ MORE - Wisata Kuliner Bali - Legenda Lawar Kuwir Men Sono Sangeh

03 May 2012

Asal Mula Pura Besakih

PADA zaman dahulu kala, ketika Pulau Bali dan Pulau Jawa belum dipisahkan Segara Rupek (Selat Bali) dan sohor disebut Pulau Dawa, kawasan Besakih dikenal sebagai hutan belantara. Tersebutlah dalam lontar Markandeya Purana, seorang Yogi atau pertama bernama Resi Markandeya yang bertapa di Gunung Rawang (sekarang dikenal dengan nama Gunung Raung di Jawa Timur). Sang Resi yang berasal dari Hisdustan (India) itu, oleh para pengiringnya disebut Batara Giri Rawang karena kesucian, cakap dan bijak bestari


Awalnya Sang Yogi Markandeya bertapa di gunung Demulung. Kemudian pindah ke gunung Hyang, yang sekarang disebut Gunung Diyeng di Jawa Tengah. Setelah sekian lama bertapa, Sang Yogi mendapat titah dari Hyang Widhi Wasa agar beliau beserta para pengikutnya merabas hutan di bagian timur pulau Dawa, dan membagikan lahan untuk para pengikutnya. .

Sang Yogi Markandeya pun melaksanakan titah tersebut. Beliau segera berangkat ke arah timur bersama para pengiringnya, kurang lebih berjumlah 8000 orang. Setelah tiba di tempat tujuan, Sang Yogi Markandeya memerintahkan kepada semua para pengikutnya bekerja merabas hutan, sebagaimana yang dititahkan Hyang Widhi Wasa. Tapi pekerjaan merabas tidak berlancar lancar karena cukup banyak orang yang tewas karena sakit atau diterkam binatang buas. Kejadian naas itu menimpa mereka karena ketika merambah hutan tidak didahului dengan upacara yadnya (bebanten / sesaji). Perabasan hutan pun dihentikan. Sang Yogi Markandeya kembali lagi ke tempat pertapaannya di Gunung Raung.

Pada hari yang dipandang baik, beliau kembali ingin melanjutkan perabasan hutan itu untuk pembukaan daerah baru, disertai oleh para resi dan pertapa yang akan diajak bersama-sama memohon wara nugraha kehadapan Hyang Widhi Wasa bagi keberhasilan pekerjaan ini. Kali ini para pengikutnya berjumlah 4000 orang yang berasal dan Desa Age (penduduk di kaki gunung Raung) yang membawa alat-alat pertanian dan bibit-bibit tanaman yang kelak akan ditanam di hutan yang akan dirabas.

Setelah tiba di tempat yang dituju, Sang Yogi Markandeya segera melakukan tapa yoga semadi bersama-sama para yogi lainnya dan mempersembahkan upakara yadnya, yaitu Dewa Yadnya dan Buta Yadnya. Setelah upacara itu selesai, para pengikutnya disuruh bekerja melanjutkan perabasan hutan, menebang pohonan mulai dari selatan ke utara. Begitu lahan yang dibuka untuk pertanian dirasakan cukup, berkat asung wara nugraha Hyang Widhi Wasa, maka Sang Yogi Markandeya memerintahkan agar perabasan hutan dihentikan. Beliau mengadakan pembagian tanah untuk para pengikutnya untuk dijadikan sawah, kebun dan perumahan.

Pada tempat awal merabas hutan, Sang Yogi Markandeya menanam kendi (payuk) berisi air dan Pancadatu, yaitu berupa logam emas, perak, tembaga, besi dan perunggu disertai permata Mirah Adi (permata utama) dan upakara (bebanten / sesajen) selengkapnya, diperciki tirta Pangentas (air suci). Tempat di mana sarana-sarana itu ditanam diberi nama Basuki.

Sejak saat itu, para pengikut Sang Yogi Markandeya berikutnya yang datang merabas hutan untuk pembukaan wilayah baru, tidak lagi ditimpa bencana sebagaimana yang pernah dialami pendahulunya. Demikianlah, sedikit kutipan dari lontar Markandeya Purana tentang asal mula adanya desa dan pura Besakih yang seperti disebutkan terdahulu bernama Basuki dan dalam perkembangannya kemudian sampai hari ini bernama Besakih.

Mungkin berdasarkan pengalaman tersebut, dan juga berdasarkan apa yang tercantum dalam ajaran-ajaran agama Hindu tentang Panca Yadnya, sampai saat ini setiap kali umat Hindu akan membangun sesuatu bangunan baik rumah, warung, kantor sampai pembangunan Pura, demikian pula memulai bekerja di sawah ataupun pada perusahaan, terlebih dahulu mereka mengadakan upakara yadnya seperti Nasarin atau Mendem Dasar Bangunan.

[BYY, dari berbagai sumber]
READ MORE - Asal Mula Pura Besakih

Makepung, “Grand Prix” ala Jembrana Bali

KALAU Madura punya Kerapan Sapi, maka Bali memiliki Makepung. Dua tradisi yang serupa tapi tak sama, namun menjadi tontonan unik yang segar sekaligus menghibur. Makepung yang dalam bahasa Indonesia berarti berkejar-kejaran, adalah tradisi berupa lomba pacu kerbau yang telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.


Makin lama, kegiatan yang semula iseng itu pun berkembang dan makin diminati banyak kalangan. Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan. Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda tahunan wisata di Bali dan dikelola secara profesional.

Sekarang ini, Makepung tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja. Para pegawai dan pengusaha dari kota pun banyak yang menjadi peserta maupun supporter. Apalagi, dalam sebuah pertarungan besar, Gubernur Cup misalnya, peserta Makepung yang hadir bisa mencapai sekitar 300 pasang kerbau atau bahkan lebih. Suasana pun menjadi sangat meriah dengan hadirnya para pemusik jegog (gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu) untuk menyemarakkan suasana lomba.

Ketika mulai dilombakan pada tahun 1970-an, aturan dan kelengkapan dalam Makepung ikut mengalami beberapa perubahan. Misalnya, kerbau yang tadinya hanya seekor, sekarang menjadi sepasang. Kemudian, cikar atau gerobak untuk joki yang dulunya berukuran besar, kini diganti dengan yang lebih kecil. Kerbau peserta Makepung sekarang juga lebih ‘modis’ dengan adanya berbagai macam hiasan berupa mahkota yang dipasang di kepala kerbau dan bendera hijau atau merah di masing-masing cikar. Sementara, arena Makepung berupa track tanah berbentuk ‘U’, sepanjang 1 – 2 km.

Berbeda dengan Kerapan Sapi Madura ataupun event yang bersifat race lainnya, Makepung mempunyai aturan yang sedikit unik. Pemenang lomba ini bukan hanya ditentukan dari siapa atau pasangan kerbau mana yang berhasil mencapai garis finish pertama kali saja, akan tetapi ditentukan juga dari jarak antar peserta yang sedang bertanding. Artinya, seorang peserta akan dianggap sebagai pemenang bila ia menjadi yang terdepan saat mencapai finish dan mampu menjaga jarak dengan peserta di belakangnya, sejauh 10 m.

Namun, bila pasangan kerbau yang berada di belakang bisa mempersempit jarak dengan peserta di depannya, menjadi kurang dari 10 m, maka pasangan kerbau yang di belakang itulah yang akan keluar sebagai pemenang. Perlombaan diselesaikan dalam hitungan delapan sampai sepuluh menit dalam setiap race-nya.

Penggemar dan peserta Makepung di Jembrana terbagi menjadi dua kelompok yang dikenal dengan nama Blok Barat dan Blok Timur. Pembagian blok ini berdasarkan aliran Sungai Ijo Gading yang membelah ibukota Kabupaten Jembrana. Kedua blok akan bertemu dalam perlombaan resmi setiap dua minggu sekali. Dan, masing-masing blok mempunyai sirkuit sendiri yang kerap digunakan sebagai lokasi berlatih ataupun lomba yang bersifat resmi.

Hal unik yang membuat Makepung menjadi sebuah tontonan yang seru dan menarik, adalah ekspresi seorang joki yang berada di atas cikar dan sedang memberi semangat pada kedua kerbaunya dengan meneriakkan yel-yel daerahnya masing-masing. Sang joki memecut kerbau dengan sebuah tongkat selama berpacu di atas track selebar 2 m ini untuk bisa mencapai kecepatan maksimal. Beberapa joki juga menggunakan tongkat khusus di mana terdapat paku-paku kecil yang menempel pada tongkat tersebut. Maka, tak mengherankan bila kerbau yang digunakan berdarah-darah setelah mengikuti lomba ini.

Yang menambah serunya Makepung, dalam setiap lomba hampir selalu ada joki yang gagal mengendalikan kerbaunya. Hal ini kerap terjadi saat ada peserta yang akan menyalip peserta lainnya. Dan, saat kerbau lepas kendali, ia pun akan keluar lintasan dan akhirnya terperosok ke petakan sawah ataupun terbalik. Penonton pun bersorak-sora.

READ MORE - Makepung, “Grand Prix” ala Jembrana Bali

Sejarah : Nyama Selam "Saudara Islam" di Karangasem dan Tradisi Lebaran

oleh Wayan Sunarta


KOMUNITAS Muslim di Kabupaten Karangasem yang berlokasi di ujung timur Bali, telah berkembang sejak jaman pemerintahan Raja Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Nyama selam (saudara Islam), begitu orang Bali biasa menyebut, memiliki ikatan tali sejarah yang erat dengan Puri Karangasem dan telah lama hidup berdampingan secara rukun dengan umat Hindu.

Peristiwa itu bermula setelah laskar Karangasem dibawah pimpinan Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem berhasil mengalahkan dan menduduki Kerajaan Selaparang dan Pejanggi di Lombok pada tahun 1692. Sejak itu, raja membina hubungan baik dengan umat Muslim di Lombok. Seiring waktu, terjadi migrasi umat Muslim dari Lombok ke Karangasem. Begitu pula sebaliknya.

Bahkan, salah satu keturunan Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem yang menjadi raja di Lombok, yakni Anak Agung Anglurah Gede Ngurah Karangasem, memperistri keturunan Datu Selaparang, Denda Fatimah, yang kemudian berganti nama menjadi Denda Nawangsasih. Selain membangun Taman Narmada dan Taman Mayura di Lombok, Anglurah Gede Ngurah juga sangat memerhatikan kehidupan umat Muslim. Salah satunya dengan cara membuat perwakilan di Jeddah yang dipimpin oleh Haji Majid, untuk mempermudah umat Muslim di Lombok dan Karangasem menunaikan Ibadah Haji. Ketika Belanda ingin menguasai Lombok, Anglurah Gede Ngurah diasingkan ke Batavia (Jakarta) pada tahun 1894, hingga wafat setahun kemudian.

Salah satu bukti kedatangan umat Muslim pertama di Karangasem adalah sebuah makam kuno yang terdapat di dekat Pantai Ujung, Karangasem. Ada dua versi yang beredar tentang kisah makam tersebut. Yang pertama, konon makam itu adalah makam Raja Pejanggi yang ditawan Raja Karangasem hingga meninggal. Yang kedua mengisahkan itu makam Ratu Mas Pakel, atau lebih dikenal dengan nama Sunan Mumbul, orang kesayangan Raja Karangasem, yang dibunuh di Pantai Ujung ketika akan kembali ke Lombok. Konon, dia dibunuh oleh orang-orang yang tidak suka melihat kedekatan Raja Karangasem dengan umat Muslim.


Sejarah keberadaan makam itu memang masih simpang siur. Namun, yang pasti, makam itu sangat dihormati oleh umat Muslim di Karangasem, dan dianggap sebagai makam leluhur mereka. Muda Wijaya, yang berasal dari Kecicang, menuturkan bahwa lima belas hari setelah Lebaran, umat Islam di Karangasem biasanya ziarah ke makam kuno tersebut.

Pada jaman kerajaan, banyak orang dari komunitas Islam di Karangasem yang diangkat menjadi laskar, bahkan punggawa. Itulah sebabnya kampung atau pusat-pusat komunitas Islam di Karangasem tersebar secara strategis membentuk semacam benteng pertahanan untuk keamanan Puri Karangasem. Pada lapisan pertama, sebagai pertahanan di bagian selatan, terdapat kampung Ujung Pesisir, Ujung Sumbawa, Ujung Desa, Segara Katon, Dangin Sema. Dari Pantai Ujung hingga ke sebelah timur dan utara puri, terdapat kampung Nyuling, Tihing Jangkrik, Kampung Anyar, Karang Sasak, Tibulaka, Bukit Tabuan, dan Karang Cermen. Di bagian barat ada kampung Bangras, Karang Langko, Karang Tohpati, Kampung Ampel, Grembeng, Karang Tebu, Juwuk Manis.

Sebagai lapisan kedua, di sebelah barat adalah Subagan (termasuk Karang Sokong), Tegala Mas, Kecicang, Kedokan, hingga Saren Jawa dan Sindu (di Kecamatan Sidemen). Komunitas Islam di Saren Jawa konon tidak berasal dari Lombok, melainkan dari Jawa (Majapahit) yang telah berkembang sejak Bali diperintah oleh Raja Dalem Waturenggong yang beristana di Klungkung. Kisah Saren Jawa bermula dari jasa besar seorang utusan dari Jawa yang bernama Raden Kyai Jalil. Dia berhasil membunuh seekor wadak (sapi besar) yang membuat kekacauan di sebuah komunitas Muslim di wilayah Kerajaan Karangasem. Lokasi terbunuhnya sapi itu disebut sare yang artinya tidur. Karena yang berhasil membunuh sapi itu adalah orang Jawa maka lokasi itu disebut Saren Jawa.

Sedangkan di Kecamatan Manggis, terdapat Kampung Buitan sebagai pertahanan di bagian paling barat, yang juga berkaitan dengan pertahanan di bidang perdagangan dan pelayaran. Pada jaman kerajaan, Buitan pernah menjadi daerah pelabuhan dan bandar perdagangan.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, pada jaman kerajaan, sejumlah mubaliq (pengajar/ahli agama Islam) juga pernah datang ke Karangasem. Di antaranya adalah Sayid Hassan Al Idrus yang menetap di Telaga Mas (Subagan), Sayid Syeh Almulah Hela yang tinggal di Karang Langko. Sementara itu, Abdullah Bin Salom Bagarib (dari Arab Selatan) diperkirakan datang ke Karangasem pada tahun 1859.


Selain mengajarkan agama, orang Islam datang ke Karangasem juga untuk tujuan berdagang, salah satunya adalah Fidahussin Jiwakhanji dari Ujoin, India Tengah, yang datang sekitar tahun 1916. Kemudian, pada tahun 1918, datang keluarga Jiwajirasulji dari Mandar Rajastan, India Utara. Pada tahun 1920 datang Ali Husein Rasul Bhay dari Ujoin, India Tengah. Dan, sekitar tahun 1930 keluarga Fiddahusein Hasan Bhay datang ke Karangasem. Hingga kini keturunan mereka masih menetap dan membuka toko di Kota Amlapura (Ibu Kota Karangasem), dan ada juga yang menyebar ke Klungkung dan Denpasar.

Pada masa-masa awal perkembangan Islam di Karangasem, pembangunan mesjid dan langgar sering mendapat bantuan dari Puri Agung Karangasem, yang saat itu diperintah oleh A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem sebagai stedehouder II yang diangkat Belanda tahun 1908. Dia adalah dinasti keenam dari Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem yang memimpin penyerangan ke Lombok.

Pada jaman kerajaan, hubungan kekerabatan Puri Karangasem dengan komunitas Muslim di Karangasem sangat erat, dan penuh dengan solidaritas yang terbina sejak lama. Pihak Puri sering membantu dana dan perbekalan umat Islam yang mau naik Haji. Begitu pun pada saat hari-hari raya Islam, seperti Idul Adha, Idul Fitri, pihak Puri juga turut aktif membantu, misalnya berupa hasil-hasil bumi dan hewan kurban. Pihak Puri juga suka memberi hadiah tanah sebagai wakaf kepada komunitas Islam yang dianggap berjasa kepada Puri. Misalnya, komunitas Islam di Dangin Sema, Nyuling dan Subagan memiliki ikatan yang disebut pauman. Bila ada upacara atau kegiatan di Puri, komunitas pauman turut terlibat membantu.

Bahkan, hingga kini, Komunitas Islam di Kampung Anyak dan Bukit Tabuan memiliki tugas turun temurun sebagai juru sapuh dan juru tabuh “bende” (gong kecil) pada saat piodalan (upacara) di Pura Bukit yang disungsung keluarga Puri Karangasem. Pura Bukit merupakan pura keramat dan bersejarah yang pernah menjadi titik pemberangkatan laskar Karangasem saat menyerbu Lombok dengan dipandu ribuan kupu-kupu kuning yang menyeberangi Selat Lombok. Bende yang pernah dipakai genderang perang itu sangat sakral dan kini nyaris keropos dimakan usia. Setiap piodalan, replika bende ditabuh oleh umat Islam sebagai simbolisasi kekerabatan dengan Puri Karangasem.


Di Karangasem, terdapat sejumlah kesenian bernuansa Islam. Misalnya, musik preret dan rebana yang bisa ditemui di Nyuling, biasanya dipentaskan saat upacara perkawinan. Kampung Dangin Sema terkenal dengan Wayang Sasak berlakon Menak dengan dalang paling kondang Haji Kasim Ahmad. Selain itu, di Kecicang, Karang Tohpati dan Bangras, bisa disaksikan tari rudat yang penuh gerak ketangkasan dan keperwiraan dengan kostum ala prajurit. Sedangkan, di Subagan terdapat seni pencak silat yang dikembangkan oleh Daeng Plele asal Bugis yang meninggal tahun 1936.

Di Karangasem, umat Islam merayakan Lebaran dengan penuh suka cita dan rasa kebersamaan yang tinggi. Menurut penuturan Ahmadi dari Kecicang, usai Sholat Id, para ibu dan remaja putri akan membawa makanan, kue-kue dan buah-buahan ke mesjid. Kemudian mereka menggelar acara megibung dengan penuh rasa syukur. “Setelah itu dilanjutkan dengan acara bebas, seperti halal bi halal, melancong, dan sebagainya,” ujar Ahmadi.

Megibung merupakan tradisi makan bersama yang dipopulerkan oleh Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem ketika laskar Karangasem beristirahat setelah peperangan di Lombok. Megibung penuh dengan aturan dan disiplin ketat yang mengarah kepada semangat kebersamaan. Hingga kini megibung menjadi tradisi makan bersama yang unik di Karangasem dan biasanya digelar berkaitan dengan kegiatan atau perayaaan adat dan agama, baik oleh umat Hindu maupun Islam. Makanan dalam acara megibung yang digelar oleh umat Islam di Karangasem tidak memakai daging babi dan darah, meski masakannya kebanyakan bernuansa Bali, seperti lawar, sate lilit, komoh.

Selain itu, menurut penuturan Muda Wijaya, sebagian besar umat Islam di Kecicang juga masih memegang teguh tradisi ziarah ke kuburan leluhur. Ada sebuah makam kuno di Tohpati, Budakeling, Kecamatan Bebandem yang sering diziarahi oleh umat Islam dari Kecicang dan sekitarnya saat Hari Raya Lebaran, yakni makam Tuan Guru Balok Sakti. “Banyak yang meyakini itu makam leluhur umat Muslim di Kecicang,” ujar Muda Wijaya.[ ]

Foto-foto: Wayan Jengki Sunarta
READ MORE - Sejarah : Nyama Selam "Saudara Islam" di Karangasem dan Tradisi Lebaran

Sejarah Gereja di Bali

BALI yang kini terkenal di seluruh dunia karena kebudayaan dan agama Hindu dengan segala keunikannya sejak dahulu sudah menunjukkan adanya kesediaan untuk menerima masuknya agama Katolik di wilayah ini. Satu dokumen yang mendukung hal ini adalah sepucuk surat di atas daun lontar yang ditunjukkan kepada orang-orang Portugis di Malaka pada tahun 1635. Dalam surat itu raja Klungkung mewakili raja-raja Bali menulis antara lain: ‘Saya senang sekali jika mulai sekarang kita bersahabat dan orang datang ke pelabuhan ini untuk berdagang.Saya pun akan senang sekali jika imam-imam datang ke sini agar siapa saja yang menghendaki dapat memeluk agama Kristen.”

Gereja Hati Kudus Yesus, Palasari
Undangan Raja Klungkung itu mendapat sambutan dari gereja Katolik Portugis dengan diutusnya dua orang misionaris Yesuit ke Klungkung, Bali. Kedua pastor tersebut adalah P. Mamul Carvalho S.J dan P. Azemado S.J . dari Malaka. Namun tidak adanya bukti-bukti yang menyatakan adanya hasil dari kedua pastor tersebut. Apalagi dengan adanya kebijaksanaan pemerintah Hindia Belanda untuk mempertahankan Bali agar bebas dari pengaruh agama Kristen melalui pasal 177 yang terkenal itu. Maka makin sulit bagi agama Katolik masuk ke pulau Bali.

Kemudian atas permohonan Vilkaris Apostolik Betawi Gubernur Jendral Hindia Belanda memberi ijin dalam tahun 1891 bagi dua misionaris masuk di Buleleng dalam suratnya yang antara lain berbunyi: “Dari pihak saya tidak ada keberatan bila satu atau dua misionaris mulai menetap di Buleleng dengan maksud mempelajari bahasa Bali dan sesudah itu menetap di Buleleng untuk mulai karya misi diantara penduduk setempat.”

Pastor Simon Buis

Selanjutnya pada tahun 1912 kepulauan Sunda Kecil diserahkan oleh Yesuit ketangan SVD, dan tahun 1913 wilayah kepulauan Sunda kecil ditingkatkan statusnya menjadi Prefektur Apostolik yang meliputi Bali, Lombok, Sumbawa, Flores,Sumba dan Timor.
Pada bulan desember 1914 Mgr. Noyen yang menjabat Prefek Apostolik Sunda Kecil mengadakan kunjungan keagamaan ke pulau Bali, setelah dengan susah payah mendapat ijin dari pemerintah Belanda. Disamping ijin untuk mengadakan kunjungan keagamaan, bahkan dalam tahun 1920 Pemerintah mengabulkan permohonan Mgr. Noyen SVD untuk mendirikan sebuah sekolah Katolik di Bali. Namun sayang sekali bahwa kesempatan emas ini tidak dapat dimanfaatkan karena masalah kekurangan tenaga.

Ternyata kesempatan tersebut tidak mudah diperoleh lagi, walaupun pengganti Mgr. Noyen yang meninggal tahun 1922, yakni Mgr. Verstralen mengajukan permohonan untuk mendirikan HIS di Bali tidak mendapatkan persetujuan dalam Volkstraad.Harapan muali muncul kembali sewaktu Mgr. Leven menjabat Vikarius Aopstolik mengantikan Mgr. Verstralen yang meninggal karena kecelakaan tahun 1932.Dan harapan itu pun menjadi kenyataan dalam tahun 1935, ketika pastor Van Der Heijden menjadi pastor di Mataram, Lombok. Pastor Van Der Heijden mendapatkan pula tugas khusus untuk mengadakan kunjungan rohani ke Bali dan Sumbawa dan sejak itu mulailah titik awal dari masuknya gereja Katolik ke Bali. Tanggal 14 Mei 1935 Van Der Heijden menetap di Mataram, dan tanggal 9 Juni 1935 Gereja Katolik pertama didirikan dan diresmikan di kota Mataram. Hari tersebut dipandangsebagai hari masuknya karya gereja Katolik di pulau Lombok.

Empat bulan kemudian, persisnya tanggal 11 September 1935, Pastor Van Der Heijden mengantar pastor J. Kersten SVD ke Denpasar dan mulai menetap di Denpasar. Peletakkan batu pertama gereja Katolik Tuka, 12 Juli 1936 oleh Pastor J. Kersten SVD dihadiri oleh Pastor Van Der Heijden dan Pastor Conrad SVD).

Perarakan Bunda Maria keliling Palasari

Pastor Simon Buis pada tanggal 15 September 1940 berhasil mengadakan eksodus dari Tuka dan sekitarnya ke ujung Barat pulau Bali dan membuka desa ditengah-tengah hutan yang kini terkenal sebagai desa Palasari.

Pada tahun 1939 gereja Gumbrih diresmikan disusul gereja di Padangtawang pada September tahun 1940, lalu gereja di Tangeb pada tgl 8 Desember 1940, di Palasari 19 Juni 1941.Pada tahun 1939 gereja Gumbrih diresmikan disusul pula oleh gereja di Padangtawang tahun 1940 bulan September, di Tangeb pada 8 Desember 1940, di Palasari 19 Juni 1941.14 Juli 1950 daerah Bali dan Lombok dipisahkan dari Sunda Kecil dan menjadi Prefectur Apostolik dibawah pimpinan Mgr. Hubertus Hermens SVD.Dalam masa jabatan beliau secara menyolok karya-karya karikatif dan edukatif berkembang pesat. Hal ini membawa perkembangan baru dalam penambahan lapangan kerja dan kebutuhan akan tenaga kerja yang banyak.

Babak baru bagi karya para Suster pun mulai dan datanglah para suster Fransiskanes dari Semarang tahun 1956 ke desa Palasari. Satu langkah maju lagi dalam perkembangan Gereja Katolik Bali ialah dengan ditingkatkannya Profektur Apostolik Bali menjadi Keuskupan Denpasar tanggal 3 Januari 1961 dengan uskup pertama Mgr. Dr. Paulus Sani Kleden SVD yang ditahbiskan menjadi uskup di Palasari tgl 3 Oktober 1961.Pada masa ini karya Gereja Katolik Bali sudah meliputi bidang pendidikan melalui persekolahan dari tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah menengah. Dalam bidang medis melalui Poliklinik-BKIA dan rumah sakit yang tersebar dimasing-masing paroki seperti Tuka, Tangeb, Gumbrih, Palasari, Denpasar dan Singaraja.

Sumber :
Dirangkum dari tulisan Pastor Shadeg SVD
www.KUTAFX.com: St. Francis Xavier Church BALI Indonesia
READ MORE - Sejarah Gereja di Bali

Info Hotel Murah Di Kuta, Ubud, Sanur dan Denpasar

Berikut ini informasi beberapa hotel-hotel bertarif murah di bali mulai harga Rp 100 ribu an hingga Rp 200 ribuan. Semoga berguna bagi Anda yang akan pergi berlibur ke Bali.


Untuk Wilayah KUTA dan Sekitarnya.

1. Pondok Ni Puri
Jalan Batu Belig No 16 X, Kerobokan, Kuta-Bali. Penginapan ini dapat ditempuh sekitar 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Penginapan ini terletak dekat Pantai Batu Belig atau 5 menit dari Pura Petitenget, Kerobokan, Kuta. Lokasi penginapan ini dekat dengan areal persawahan. Kondisi ini menjadikan suasana hotel ini nyaman dan sejuk. Fasilitas Kamar : Tersedia 15 kamar tidur dengan fasilitas kamar mandi dalam dan kipas angin.

2. Batubelig Cottages
Jalan Batubelig, Kerobokan, Kuta, Bali (80361). Cottages ini dicapai sekitar 20 menit perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Lokasi cottages ini berada di dekat areal pesawahan dan dekat Pantai Batubelig dan 5 menit dari Pura Petitenget, Kerobokan, Kuta. Fasilitas Kamar : Tersedia 15 kamar tidur. Masing-masing kamar dilengkapi dengan TV, AC, Air Panas dan Dingin.

3. Puspa Bungalows
Alamat : Jalan Arjuna ( Double Six), Seminyak, Kuta Bali (80361). Bungalows ini dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Lokasi bungalow ini berjarak 200 meter dari pantai Double Six Kuta. Di sekitar bungalows terdapat banyak tempat hiburan malam seperti Diskotik Double Six yang hanya berjarak 5 menit jalan kaki dari bungalow. Fasilitas kamar : Tersedia 10 kamar tidur dengan kamar mandi dalam lengkap dengan shower dan bathtub, air panas dan dingin, AC.

4. Lolo House
Jalan Lebak Bene No 12 X, Kuta-Bali. Penginapan Lolo House dapat ditempuh sekitar 15 menit perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Lokasi penginapan ini dekat dengan Pasar Seni Legian, Kuta. Jarak ke Pantai Kuta dari penginapan ini sekitar 500 meter, dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dengan berjalan kaki. Fasilitas Kamar Tersedia 20 kamar tidur dengan kipas angin, TV, kamar serta mandi dalam.

5. Dua Dara Inn
Jalan Pantai Kuta, Gang Poppies 2, Kuta, Bali. Penginapan Dua Dara Inn dapat dicapai sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Lokasi penginapan ini berjarak 400 meter dari Pantai Kuta. Penginapan yang terletak di Gang Poppies 2 ini bisa dicapai lewat Jalan Pantai Kuta atau Jalan Legian Kelod. Fasiltas Kamar : Tersedia 36 kamar tidur. 10 kamar tidur dilengkapi dengan AC, dan 26 kamar lainnya dilengkapi dengan kipas angina. Semua kamar dilengkapi dengan kamar mandi dalam, shower, serta fasilitas air dingin dan panas.

6. Ronta Bungalows
Jalan Pantai Kuta, Gang Poppies 2. Bungalows ini dapat dicapai sekitar 20 menit perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Berjarak kurang lebih 400 meter dari Pantai Kuta. Lokasi bungalows ini berada di sebelah selatan Restauran Fajar. Fasilitas kamar : Tersedia 20 kamar dengan kipas angin, kamar mandi dalam. Di sekitar kamar terdapat kebun yang ditata rapi.

7. Mahendra Beach Inn
Jalan Pantai Kuta, Gang Poppies 2, Kuta-Bali. Penginapan ini dapat ditempuh sekitar 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Lokasi penginapan berdekatan dengan Banjar (balai desa) Pengabetan, Kuta. Berjarak kurang lebih 300 meter dari Pantai Kuta. Fasilitas Kamar : Tersedia 24 kamar tidur. 3 kamar dilengkapi dengan AC dan TV, dan 21 kamar lainnya dilengkapi dengan kipas angin. Semua kamar memiliki kamar mandi dalam. Kamar yang ditata rapi menjadikan kamar penginapan ini nyaman untuk ditempati.

8. La Inn
Jalan Pantai Kuta, Gang Poppies I, Kuta, Bali. Berada di kawasan Gang Poppies I, penginapan ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Di sekitar penginapan ini terdapat banyak art shop serta restaurant. Berjarak sekitar 300 meter dari Pantai Kuta. Fasilitas kamar : Tersedia 21 kamar tidur dengan kamar mandi dalam. 18 kamar tidur memakai kipas angin, dan 3 kamar tidur memakai AC.

9. Berlian Inn
Jalan Pantai Kuta, Gang Poppies 2. Penginapan Berlian Inn dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit dengan taksi dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Letak penginapan ini berdekatan dengan Kedins Inn II di Gang Sorga. Dari Pantai kuta, penginapan ini berjarak sekitar 600 meter. Fasilitas kamar : Tersedia 19 kamar dengan tipe standar dengan fasilitas kipas angin, kamar mandi dalam, serta shower air panas dan air dingin.

10. Sarijaya Cottages
Jalan Pantai Kuta Gang Popies 1 Kuta-Bali. Penginapan ini dapat ditempuh sekitar 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Begitu memasuki Gang Popies I dari arah Jalan Pantai Kuta, ada tikungan pertama ke kiri. Di sana akan terlihat Gang Sorga. Di tempat inilah penginapan ini berada. Berada di deretan hotel nomor 3, dekat Hotel New Arena. Jarak dari Pantai Kuta sekitar 200 meter. Fasilitas Kamar : Tersedia 25 kamar tidur dengan fasilitas AC, TV, kamar mandi dalam, bathtub, serta shower air dingin dan panas.

11. Hotel Gemini Star
Jalan Poppies No 2 Kuta, Bali. Hotel ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Lokasi hotel berada persis di depan Ronta Bungalows dan dekat Restauran Fajar. Jarak dari Pantai Kuta sekitar 500 Meter. Fasilitas kamar : Tersedia 12 kamar, 8 kamar dilengkapi AC, 4 kamar dengan kipas angin, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin, shower dan bathtub.

12. Mustika Inn
Jalan Kartika Plaza , Gang Puspa Ayu, Kuta, Bali. Penginapan ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Lokasi hotel berada di sebelah Selatan pusat perbelanjaan terbesar di Kuta, Discoverry Shoping Mall dan Waterbom Kuta. Fasilitas Kamar : Tersedia 13 kamar tidur. 10 kamar dengan fasilitas kipas angin, 3 kamar tidur dilengkapi AC, kamar mandi dalam, serta shower. Kamar-kamar di penginapan dikelilingi dengan kebun yang indah, menambah kenyamanan tamu saat menginap di tempat ini.

13. Rita Hotel
Jalan Raya Pantai Kuta, Gang Poppies I, Kuta, Bali. Hotel ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Terletak di kawasan Gang Poppies I, hotel ini berjarak sekitar 700 meter dari Pantai Kuta. Fasilitas Kamar : Tersedia 22 kamar dengan kamar mandi dalam. 16 kamar dilengkapi dengan AC + TV, sedangkan 6 kamar dengan fasilitas kipas angin.

14. Dewi Tirta Cottages
Jalan Abimanyu No 9A, Seminyak, Kuta. Penginapan ini dapat ditempuh dalam waktu 15 hingga 20 menit dari Bandara Ngurah Rai. Terletak di kawasan wisata Seminyak. Lokasi hotel ini berjarak sekitar 700 meter dari Pantai Oberoi Seminyak. Fasilitas kamar : Tersedia 14 kamar tidur. 5 kamar dilengkapi dengan fasilitas AC, 5 kamar dengan fasilitas kipas angin, dan 4 kamar Villa. Kamar di cottages ini memiliki fasilitas kamar mandi dalam, shower air dingin dan panas serta bathtub.

15. Puri Anggrek Hotel
Jalan Werkudara No. 525, Legian Kaja-Kuta 80361. Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, hotel ini dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 25 menit. Hotel ini berjarak 500 meter dari Pantai Double Six, Legian. Dekat dengan tempat hiburan malam dan restauran yang menawarkan berbagai menu lokal maupun internasional. Fasilitas kamar : Tersedia 17 kamar tidur dengan kamar mandi dalam. Kamar mandi dilengkapi dengan fasilitas air panas dan dingin. Setiap kamar juga dilengkapi fasilitas TV, AC atau kipas angin serta dapur.

16. Hotel Lumbung Sari
Jalan Tree Brother, Legian Tengah, Kuta- Bali. Hotel ini terletak di wilayah Desa Legian Tengah Kuta. Dari Bandara Internasional Ngurah Rai dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 25 menit. Hotel ini berada dekat Pantai Legian dan Hotel Bali Padma. Fasilitas kamar : Tersedia 20 kamar tidur yang nyaman. Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas AC, TV, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin.

17. Kubu Jimbaro Inn
Jalan Padma Timur, Legian, Kuta. Terletak di wilayah Desa Legian Kuta, penginapan ini dapat ditempuh kurang lebih 20 menit dengan taksi dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Berjarak sekitar 800 meter dari Pantai Legian, dekat dengan Kantor Lurah Legian.
Fasilitas Kamar : Tersedia 23 kamar tidur. 2 kamar tidur dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan AC. Sisanya dilengkapi fasilitas kipas angin, kamar mandi dalam, serta shower air panas dan dingin.

18. Adus Beach Inn
Jalan Lebak Bena, Legian Kelod, Kuta-Bali. Penginapan ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit dengan taksi atau kendaraan umum lainnya dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Jika Anda ingin ke Pantai Kuta, cukup berjalan kaki karena letak hotel ini hanya 500 meter dari Pantai Kuta. Jika ingin
shopping kerajinan seni Bali, Anda cukup berjalan kaki karena hotel ini dekat dengan Pasar Seni Legian, Kuta. Fasilitas Kamar : Hotel ini menyediakan beragam jenis kamar disesuaikan dengan isi kantong. Kamar yang tersedia mulai dari kamar dengan fasilitas kipas angin dan air dingin, hingga kamar dengan fasilitas lengkap mulai air dingin dan panas, AC, serta kamar mandi yang dilengkapi bathtub.

19. Hotel Sayang Maha Merta
Jalan Melasti Lebak Bene , Legian Kelod, Kuta Bali. Terletak di wilayah Legian Kelod (selatan) hotel ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit dengan taksi dari Bandara Ngurah Rai . Di lokasi ini terdapat banyak hotel mulai melati hingga berbintang. Jarak dari Pantai Kuta ke hotel ini sekitar 500 meter. Fasilitas kamar : Tersedia 60 kamar tidur dengan fasilitas kipas angin, kamar mandi dalam air panas dan dingin. Kamar menghadap ke kebun yang ditata rapi.

20. Beneyasa II Beach Inn
Jalan Raya Pantai Kuta, Gang Poppies 2, Kuta-Bali.Terletak di kawasan Gang Poppies II yang selalu ramai, penginapan ini dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 20 menit dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Penginapan ini berjarak sekitar 400 meter dari Pantai Kuta. Di sekitar penginapan terdapat banyak art shop yang menjajakan berbagai barang sovenir khas Bali . Fasilitas kamar : Tersedia 40 kamar dengan fasilitas kipas angin dan kamar mandi dalam. Kamar menghadap kebun yang ditata rapi sehingga nyaman untuk ditempati.

21. Komala Indah II Accomodation
Jalan Legian Kuta, Gang Benesari, Kuta. Penginapan yang terletak di kawasan Legian Kuta ini dapat ditempuh dalam waktu 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Lokasi Penginapan ini sangat dekat dengan Pantai Kuta, jaraknya sekitar 200 meter Fasilitas kamar : Tersedia 27 kamar tidur. 6 kamar dilengkapi dengan AC, sisanya dilengkapi kipas angin, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin.

22. Hotel Kendi Mas
Jalan Bakung Sari nomor 49 Kuta, Bali. Hotel yang berlokasi di bilangan Jalan Bakung Sari Kuta ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Lokasi hotel berjarak 600 meter dari Pantai Kuta. Di sekitar hotel ini terdapat banyak café, warung makan, art shop, dan diskotik.Fasilitas kamar : Tersedia 38 kamar tidur. 31 kamar dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan AC, sisanya kamar dengan fasilitas kipas angin, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin. Kamar menghadap kebun yang ditatapi rapi.

23. Tunjung Bali Inn
Jalan Raya Pantai Kuta, Gang Poppies 2 Kuta- Bali.Penginapan yang terletak di ‘kampung turis’ Poppies II Kuta ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Lokasi penginapan ini berjarak 500 meter dari Pantai Kuta. Lokasi penginapan dekat dengan Monumen Bom Bali, deretan art shop, dan Pasar Seni Legian, Kuta. Fasilitas kamar : Tersedia 40 kamar tidur. 8 kamar dilengkapi fasilitas pendingin ruangan AC, sedangkan sisanya dilengkapi fasilitas kipas angin. Kamar mandi dalam air panas dan dingin. Kamar menghadap kolam renang dan kebun yang tertata rapi.

24.Taman Sari Cottages
Jalan Legian, Gang Poppies II. Penginapan yang terletak di Gang Poppies II ini dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Dari hotel ini, Pantai Kuta dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 5 menit dengan jarak sekitar 300 Meter. Di sekitar hotel terdapat banyak art shop, warnet, hingga tempat makan. Hotel ini berdekatan dengan Hotel Taman Mekar.Fasilitas kamar : Tersedia 20 kamar tidur dengan fasilitas AC, TV, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin.

25.Taman Mekar Beach Inn
Jalan Raya Pantai Kuta, Gang Poppies II Nomor 6 Kuta – Bali. Dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, penginapan ini dapat dicapai dalam waktu 15 menit. Dari penginapan ini, Pantai Kuta dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 5 menit karena jarak ke pantai hanya sekitar 300 meter. Di sekitar hotel terdapat banyak tempat makan, art shop, warnet, hingga minimarket yang menjual makanan dan minuman. Fasilitas kamar : Tersedia 16 kamar tidur yang nyaman dengan fasilitas AC, shower, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin.

26. Hotel Puri Nusantara
Jalan Raya Tuban No 56 Kuta-Bali. Hotel ini berada sangat dekat dengan bandara,sekitar 5 menit dengan taksi atau kendaraan umum lainnya dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Untuk menuju Pantai Kuta, diperlukan waktu kurang lebih 15 menit. Di sekitar hotel banyak terdapat tempat makan hingga toko penjual oleh-oleh khas Bali.Fasilitas kamar : Semua kamar memiliki ruang tamu tersendiri, double bed, one single bed, twin bed, dan TV.

27. Wisma Wahana Indah
Jalan Raya Tuban Nomor 104. Penginapan ini dapat dicapai dalam waktu 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Dari hotel ini, Pantai Kuta dapat dicapai dalam waktu 15 menit. Di sekitar penginapan ini banyak terdapat banyak tempat makan dan penjualan oleh-oleh khas Bali. Fasilitas kamar : Tersedia 15 kamar tidur, 9 kamar dilengkapi pendingin ruangan AC, 6 kamar dilengkapi fasilitas kipas angin,TV, serta kamar mandi dalam.

28. Taman Ayu I Bungalows
Jalan Raya Pantai Kuta, Gang Poppies 1, Kuta Beach – Bali. Terletak di kawasan Gang Poppies I, Bungalows ini dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Penginapan ini berjarak 200 meter dari Pantai Kuta.
Fasilitas kamar : Tersedia 10 kamar dengan fasilitas kamar mandi dalam, shower, dan kipas angin.

29. Sarindah Cottages
Jalan Benesari, Kuta, Bali. Cottages ini dapat ditempuh dalam waktu 20 menit dengan taksi dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Dari penginapan ini, berjarak Pantai Kuta berjarak kurang lebih 500 meter. Fasilitas kamar : Tersedia 17 kamar tidur dengan fasilitas kipas angin, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin, shower, serta kamar menghadap kebun yang ditata rapi.

30. Suriwathi Beach Hotel
Jalan Sahadewa Nomor 12, Legian, Kuta-Bali. Berlokasi di kawasan Desa Legian Kuta, hotel ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Lokasi hotel berjarak 500 meter dari Pantai Legian, Kuta. Di sekitar hotel banyak berderet art shop yang menjual aneka jenis kerajinan tangan. Hotel ini juga berada dekat Pantai Kuta serta Pasar Seni Legian Kuta. Fasilitas kamar : Tersedia 46 kamar tidur dengan fasilitas AC, kamar mandi dalam dengan bathtub, air dingin dan panas, shower, dan setiap kamar dilengkapi TV.

31. Taman Ayu II Bungalows
Jalan Bene Sari, Gang Poppies 2, Kuta-Beach-Bali. Berlokasi di kawasan ‘kampung turis’ gang Poppies II, bungalows ini dapat ditempuh dalam waktu 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Dari bungalow ini, Pantai Kuta berjarak sekitar 300 meter.Fasilitas kamar : Tersedia 19 kamar tidur dengan fasilitas AC maupun kipas angin. Kamar mandi dalam, shower, air panas dan dingin.

32. Neds Hide Away Guest House
Jalan Raya Seminyak, Gang Bima nomor 3 Kuta, Bali. Berada di kawasan Seminyak Kuta, penginapan ini dapat dicapai dalam waktu 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Penginapan ini berada di dekat Supermarket Bintang, berjarak sekitar 700 meter dari Pantai Seminyak, Kuta. Fasilitas kamar : Tersedia 13 kamar tidur, 10 kamar dilengkapi fasilitas kipas angin, 3 kamar dilengkapi fasilitas AC, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin.

33. Inada Losmen
Jalan Raya Seminyak, Gang Bima No. 9, Kuta-Bali. Berada di kawasan jalan raya Seminyak, losmen ini dapat dicapai dalam waktu 15 hingga 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Berjarak sekitar 600 meter dari Pantai Seminyak, Kuta. Lokasi losmen ini berdekatan dengan Supermarket Bintang dan tak jauh dari Pondok Wisata Kari Suci II. Fasilitas kamar : Tersedia 12 kamar tidur dengan fasilitas kipas angin serta kamar mandi dalam dengan shower.

34. Pondok Wisata Kari Suci II
Jalan Raya Seminyak, Gang Bima Nomor 5, Seminyak, Kuta 80361, Bali. Terletak di kawasan jalan raya Seminyak Kuta, pondok wisata ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Berjarak 700 meter dari Pantai Seminyak, lokasi pondok wisata ini berdekatan dengan Neds Hide Away Guest House serta Supermarket Bintang. Fasilitas kamar : Tersedia 5 kamar tidur dengan fasilitas kipas angin dan kamar mandi dalam. Setiap kamar menghadap ke kebun yang ditata rapi.

35. Puri Agung Homestay
Jalan Raya Kuta, Gang Poppies I Kuta. Berada di kawasan Gang Poppies I, homestay ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Dari homestay ini, Pantai Kuta berjarak kurang lebih 300 meter. Fasilitas kamar : Tersedia 12 kamar tidur dengan fasilitas kipas angin, kamar mandi dalam, shower, serta kamar mengadap kebun yang ditata rapi.

36. Bali Duta Wisata
Jalan Benesari, Gang Poppies 2 Kuta.Terletak di Jalan Poppies II, penginapan ini dapat dicapai dalam waktu 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Untuk mencapai hotel ini, dari Jalan Pantai Kuta, Anda tinggal masuk melalui gang Popies 2. Berjarak 300 meter dari Pantai Kuta. Fasilitas kamar : Tersedia 20 kamar tidur dengan fasilitas kipas angin dan kamar mandi dalam.

37. Hotel Darmadi
Jalan Raya Tuban-Kuta 100 AB- Bali. Berada dekat bandara, hotel ini dapat dicapai dalam waktu 5 menit dari Bandar Ngurah Rai, 10 menit dari Pantai Kuta. Di sekitar hotel banyak terdapat rumah makan dan toko penjual oleh-oleh khas Bali. Lokasi hotel ini dekat Plaza Bali Kuta. Fasilitas kamar : tersedia 75 kamar tidur. 40 kamar dilengkapi fasilitas AC. 35 kamar dilengkapi fasilitas kipas angin, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin, serta TV.

38. Kuta Inn
Jalan Poppies II, Gang Mangga Nomor 3, Kuta 80361, Bali. Terletak di kawasan Poppies II yang ramai, penginapan ini dapat dicapai dalam waktu 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Berjarak 300 meter dari Pantai Kuta, masuk melalui Gang Popipes 2 dari Jalan Raya Pantai Kuta. Lokasi penginapan dekat dengan deretan art shop, salon dan spa serta tempat tattoo. Fasilitas kamar : Tersedia 16 kamar tidur, kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin, serta AC.

39. Agus Guest House
Jalan Kartika Plaza, Gang Samudra nomor 77. Terletak di Jalan Kartika Plaza Kuta, penginapan ini dapat dicapai dalam waktu 5 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, 5 menit dari Pantai Kuta. Penginapan ini dekat dengan pusat perbelanjaan Discovery Shoping Mall Kuta, Waterbom, dan Kuta Square. Fasilitas kamar : Tersedia 4 kamar yang nyaman dengan fasilitas AC, TV, dan kamar mandi dalam.

40. Hotel Lusa
Jalan Pantai Kuta, Gang Benesari, Kuta, Bali. Hotel ini dapat dicapai dalam waktu 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Berjarak 100 meter dari Pantai Kuta. Ada harga khusus pada saat low season ataupun menginap dalam waktu panjang ( long stay). Fasilitas kamar : Tersedia 47 kamar tidur. 39 kamar tidur dengan fasilitas kipas angin, sisanya dengan fasilitas pendingin rungan atau AC. Kamar hotel mengadap kebun yang ditata sedemikian rupa sehingga menambah kenyamanan tamu yang menginap.

41. Dedy Home Stay
Jalan Kartika Plaza, Gang Samudra 77 X, Kuta-Bali. Terletak di kawasan Jalan Kartika Plaza Kuta, homestay ini dapat dicapai dalam waktu 5 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Dari homestay ini, Pantai Kuta dapat ditempuh dalam waktu 5 menit. Dekat dengan pusat perbelanjaan Discovery Shoping Mall dan wahana rekreasi airWaterbom. Fasilitas kamar : Tersedia 3 kamar tidur lengkap dengan fasilitas AC, kamar mandi dalam dengan Bathtub, air panas dan dingin.

42. Hotel Hadi Poetra Inn
Jalan Raya Kuta no 323/378 (80361). Berlokasi di Jalan Raya Kuta, hotel ini dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Dari hotel ini, Pantai Kuta dapat ditempuh dalam waktu 5 menit dengan kendaraan. Lokasi hotel ini dekat dengan Duty Free Plaza Bali. Fasilitas kamar : Tersedia 18 kamar tidur dengan fasilitas AC dan TV. 3 kamar dengan fasilitas kipas angin. Kamar mandi dalam dengan air panas dan dingin serta shower.

43. Ayu Garden Lili Cottages
Jalan Benesari, Kuta, Bali. Berlokasi di Jalan Benesari Kuta, Ayu Garden Lili Cottages dapat dicapai dalam waktu 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Berjarak 200 meter dari Pantai Kuta. Fasilitas kamar : Tersedia 9 kamar. Setiap kamar dilengkapi bathtub, kamar mandi dalam, kipas angin dan AC . Setiap kamar memiliki ruang tamu tersendiri, menghadap kebun yang ditata rapi.

44. Puspa Ayu Bungalows
Jalan Kartika Plaza, Gang Puspa Ayu, Kuta, Bali. Berlokasi di Jalan Kartika Plaza Kuta, Bungalows ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Bungalows ini berada dekat Discovery Shoping Mall, Waterbom, serta Pasar Seni Kuta. Fasilitas kamar : Tersedia 16 kamar tidur dengan fasilitas kipas angin, kamar mandi dalam, parkir yang luas, ditambah kebun yang ditata rapi membuat Bungalows ini nyaman untuk ditempati.

45. Wisma Bima I Cottages
Jalan Raya Kuta, Kuta-Bali. Wisma yang terletak di Jalan Raya Kuta ini dapat dicapai dalam waktu 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Sekitar 10 menit dari Pantai Kuta. Lokasi penginapan ini dekat dengan toko penjual oleh-oleh khas Bali, dan banyak rumah makan. Fasilitas kamar : Tersedia 31 kamar yang dilengkapi fasilitas kipas angin, AC, dan kamar mandi dalam. Setiap kamar menghadap kebun yang ditata apik dan bersih dan dilengkapi ruang tamu sendiri.

HOTEL DI UBUD

1. Arjana Accommodation
Alamat Jalan Kajeng, No 6 Ubud, Bali. Penginapan ini ditempuh 90 Menit dari bandara Ngurah Rai, lokasi penginapan ini dekat wantilan pertunjukkan seni Ubud. Fasilitas kamar : Tersedia tersedia 6 kamar, terletak didekat Puri Ubud, sebagai pusat kesenian dan budaya.

2. Sari Nadi Accomodation
Alamat : Jalan raya Monkey Forest , St, Ubud. Penginapan ini ditempuh 90 menit dari Bandara Ngurah Rai, lokasinya dekat dengan objek wisata Monkey Forest . Fasilitas Kamar : tersedia 4 kamar dengan kipas angin , terletak dekat Puri Ubud, sebagai sentral seni dan budaya. Halaman ditata gaya khas Bali , serta penataan kebun yang cantik menambah kenyamanan anda dalam berlibur.

3. Griya Jungutan Accomodation
Alamat : Jalan Raya Monkey Forest , Ubud. Hotel ini ditempuh 90 menit dari bandara Ngurah Rai , lokasi penginapan ini dekat objek wisata Monkey forest
Fasilitas Kamar : tersedia 4 kamar kipas angin, kamar mandi dalam, kamar dirancang gaya style Bali . Ditambah kebun yang ditata rapi, suasana penginapan jadi sejuk dan nyaman.

4. Bali Spring Cottages
Cottages ini terletak di jalan Jembawan Road 71, Padangtegal Ubud. Ditempuh 90 menit dari bandara ngurah Rai, cottages ini dekat dengan perumahan penduduk. Fasilitas kamar : Tersedia 10 kamar, AC, TV Hot and Cold shower, kamar dirancang style Bali menambah inspirasi anda tentang Bali .

5. Tungeh Inn
Alamat : Jalan Jembawan, Padangtegal, Ubud. Penginapan ini ditempuh 90 menit dari bandara Ngurah Rai, lokasi hotel ini dekat dengan art shop serta objek wisata monkey forest. Fasilitas Kamar : tersedia 6 kamar, kamar mandi dalam, hot and cold water, kipas angin. Anda akan merasa nyaman menikmati penataan kebun yang rapi di penginapan ini.

6. Sari Bungalows Home Stay
Banjar Kalah, Peliatan, Ubud. Home Stay ini dapat ditempuh 90 menit perjalanan dari bandara Ngurah Rai, Denpasar. Lokasi hotel ini berbaur dengan penduduk serta dekat dengan view sawah. Fasilitas kamar : tersedia 10 kamar, cold and hot shower, kamar mandi dalam, pakai kipas angin.

7. Mandra Home Stay
Alamat : Banjar Kalah, Peliatan, Ubud. Home stay ini ditempuh 90 menit dari Bandara Ngurah Rai Denpasar. Lokasi home stay ini sangat dekat dengan perumahan para seniman. Fasilitas kamar : Tersedia 6 kamar, kipas angin, kamar mengadap ke view kebun serta sawah, hot and cold water

8 . Nyoman Home Stay
Alamat : Jalan Kajeng No 11, Ubud. Ditempuh 90 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai, hotel ini terletak dekat dengan Puri Ubud. Fasilitas Kamar : Tersedia 5 kamar, kamar mandi dalam,

9. Eka’s Home Stay
Jalan Sriwedari, Taman , Ubud No 8. Fasilitas Kamar : Tersedia 4 kamar, kipas angin, kamar mandi dalam, closet duduk, shower hot dan cold water, kebun yang asri dan luas menambah kenyamanan anda menginap di home stay ini.

10. Jati home stay
Jalan Hanoman, Padangtegal Ubud. Ditempuh 90 menit dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, home stay ini berada ditengah pemukiman penduduk, jadi anda bisa mempelajari langsung adat istiadat penduduk lokal.

11. Tunjung Bungalows
Alamat : Jalan Sugriwa Padangtegal Ubud, Bal. Fasilitas Kamar : Tersedia 6 kamar, kipas angin, kamar mandi dalam, kamar dirancang menghadap perkebunan yang asri dan sejuk.

12. Yuliati House
Alamat : Jalan Sukma, Banjar Tebesaya, Ubud
Hotel ini dapat ditempuh 90 menit dari bandara Ngurah Rai, Denpasar,berada dipemukiman penduduk, jadi anda bisa berbaur sekaligus belajar adat istiadat penduduk. Fasilitas Kamar : Tersedia 6 kamar, kipas angin, kamar mandi dalam, serta kamar ditata mengadap kebun, sehingga menambah kenyamanan dalam berlibur. 

13. I Nyoman Badri Home Stay
Banjar Tebesaya no 29, Ubud. Home Stay ini dapat ditempuh sekitar 90 menit dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, dekat sawah dan memiliki kebun yang asri Fasilitas Kamar : Tersedia 8 kamar, kipas angin, kamar mandi dalam, nikmati kebun yang cantik serta pemandangan alam pedesaan di Home Stay ini.

14. Dewi Antara Home Stay
Alamat : Jalan Sugriwa, Ubud. Ditempuh 90 menit dari bandara Ngurah Rai, Denpasar, dekat dengan Puri Ubud sebagai sentral seni dan budaya Bali .
Fasilitas Kamar : Tersedia 8 kamar, hot water, nice garden, kamar mandi dalam, kipas angin, anda akan merasa nyaman di Home Stay ini.

15. Home Stay Wayan Purna
Jalan Hanoman, Padangtegal. Hotel ini ditempuh 90 menit dari bandara Ngurah Rai, Denpasar, Home stay ini dekat dengan objek wisata monkey forest. Dan penginapan ini terletak dekat dengan art shop dan objek wisata monkey forest. Fasilitas Kamar : Tersedia 2 kamar kipas angin , hot and cold water, kamar dirancang style Bali dengan view kebun ditata rapi membuat anda nyaman menginap di home stay ini.

HOTEL DI SANUR

1. Hotel Diyan Ayu
Hotel ini terletak di Jalan Betngandang. Ditempuh 20 menit dari Bandara Ngurah Rai, lokasi hotel ini dekat dengan pantai Semawang, Sanur.
Fasilitas kamar : tersedia 10 kamar kipas angin, kamar mandi dalam.

2. Pondok Wisata Bali Berlian
Jalan Danau Tempe No 9, Sanur. Hotel ini ditempuh 20 Menit dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Lokasi hotel ini dekat dengan beberapa tempat body massage atau panti pijat yang keberadaannya semakin menjamur di Sanur. Fasilitas Kamar : tersedia Tersedia 15 kamar, ruang tamu dan kamar yang luas, membuat kamar ini nyaman untuk ditempati, kendatipun di hotel ini sama sekali tak dilengkapi kebun. Selain ini hotel ini dilengkapi kipas angin dan kamar mandi

3. Hotel Melati Puri Suar
Alamat Jalan Danau Toba No 9, Sanur- Bali. Hotel ini bisa ditempuh 25 menit dari Bandara Ngurah Rai, hotel ini letaknya tak jauh dari Pantai Sanur dan berdekatan dengan hotel Grand Bali Beach.Fasilitas kamar : kamar hotel ini memang dirancang dengan arsitek Bali modern, sehingga kamar terlihat nyaman dan indah. Dilengkapi dua bed, tersedia 8 kamar.

4. Lintang Bungalows
Alamat : Jalan Danau Toba 14 A Sanur. Lokasi bungalows ini dapat ditempuh 25 menit dari bandara Ngurah Rai, lokasi Lintang ini dekat dengan pantai Sindu, Sanur. Fasilitas Kamar : Bungalows ini tersedia 8 kamar serta dirancang bertingkat, kamar santai dan kamar tidur pisah. Kamar santai ada di lantai satu dan kamar tidur dilantai 2, kamar menghadap ke pemandangan kebun serta kolam renang yang asri.

5. Hotel Barokah
Alamat : Jalan By Pass Ngurah Rai no 456. Hotel ini sendiri ditempuh 20 menit dari Bandara Ngurah Rai, hotel ini terletak dekat dengan Pantai MertaSari, Sanur. Fasilitas kamar : Tersedia 10 kamar, kamar mandi dalam, halaman yang luas, dan hotel ini memang dirancang untuk istirahat karena bersuasana tenang.

6. Dona Home Stay
Alamat : Jalan danau Tamblingan no 164, Sanur. Home stay ini dapat ditempuh 20 menit dari bandara Ngurah Rai, penginapan ini berbaur dengan perumahan penduduk asli Sanur. Fasilitas kamar : Kamar dirancang bergaya kamar Bali , tersedia 6 kamar, kipas angin, kamar mandi dalam, hot dan cold water.

7. Simon Home Stay
Alamat : Jalan Danau Tamblingan, 164, Banjar Batujimbar-Sanur, Denpasar-Bali. Hotel ini ditempuh 25 menit dari Bandara Ngurah Rai, lokasinya berdekatan dengan pantai Sanur. Fasilitas kamar : tersedia 4 kamar, hot and cold water, kipas angin, kamar menghadap view garden yang ditata rapi, dipastikan anda nyaman nginap di home stay yang berbaur dengan tempat tinggal penduduk asli.

8. Home Stay Bangsal
Alamat Jalan Pantai Padanggalak. Home stay Bangsal ini ditempuh 30 Menit dari Bandara Ngurah Rai, penginapan ini dekat pantai Padanggalak, Sanur Kaja.
Fasilitas kamar : tersedia tersedia 10 kamar, hot dan cold water, disediakan 1 dan 2 bed tergantung permintaan, kipas angin, kamar mandi dalam.

9. Bungalows Jumpa Kawan
Alamat : Jalan Segara 505 X, Semawang, Sanur
Bungalows ini ditempuh 20 menit dari bandara Ngurah Rai, berada dekat dengan pantai Semawang. Fasilitas kamar : biasanya bungalows ini kerap disewa short time, tetapi kalau ingin menginap juga dilayani, Tersedia 8 kamar, kamar mandi dalam, kipas angin.

10. Pondok Santi Home Stay
Jalan Hangtuah No 39, Sanur Kaja, Bali Indonesia. Home stay ini ditempuh 25 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai. Fasilitas Kamar : Tersedia 8 kamar kipas angin, kamar mandi dalam. Berada di tengah pemukiman penduduk, anda akan merasa menyatu dengan penduduk Sanur.

HOTEL DI DENPASAR

1. Hotel Mutiara
Alamat : Jalan Pendidikan, No 102, Sidakarya, Denpasar. Hotel ini dapat ditempuh 30 menit dari bandara Ngurah Rai, Denpasar. Dekat dengan objek wisata pantai Semawang, Sanur.

2. Hotel Wisata Indah
Alamat : Jalan Bedugul 24, depan Kampus Undiknas Denpasar.Hotel ini dapat dicapai dalam waktu 30 menit dari bandara Ngurah Rai, Denpasar, lokasinya dekat dengan objek wisata Sanur. Fasilitas Kamar : Hotel ini menyediakan 20 kamar, hotel ini cocok untuk menerima rombongan dalam jumlah besar, 1 kamar bisa menampung 2 orang. Kamar mandi dalam, tanpa air panas, memakai kipas angin.

3. Hotel Damai
Alamat : Jalan Patih Djelantik No 2 A, Denpasar. Hotel ini ditempuh 25 menit dari Bandara Ngurah Rai, terletak dijantung kota Denpasar, jarak menuju shopping mall cuma 200 Meter. Bukan itu saja, jika anda ke objek wisata Sanur dan Kuta , anda membutuhkan waktu 15 Menit. Fasilitas Kamar : Hotel ini menyediakan 15 kamar, kamar mandi dalam, TV dan kipas angin.

4. Hotel Merta Sari
Alamat Jalan Hasanudin No 24, Denpasar- Bali. Hotel ini ditempuh 30 menit dari bandara Ngurah Rai, hotel ini terletak dijantung kota Denpasar. Lokasi hotel dekat dengan Supermarket, pertokoan gajah mada, dan pasar tradisional kumbasari. Fasilitas kamar : dirancang sangat sederhana. Hotel ini menyediakan 8 kamar, kamar mandi dalam, kipas angina, dan closet jongkok.

5. Pondok Wisata Bali Utama
Alamat : Jalan Sudirman No 14, Denpasar. Hotel ini dapat ditempuh 25 menit dari bandara Ngurah Rai, hotel ini terletak dekat Universitas Udayana, Denpasar. Selain itu, hotel ini berdekatan dengan pasar Sanglah serta Rumah Sakit Sanglah. Fasilitas kamar : Hotel in menyediakan 10 kamar, kipas angin dan kamar mandi dalam. Kamar luas dengan 2 kamar tidur untuk 2 orang.

6. Hotel Artha
Jalan Diponegoro No 131, Denpasar-Bali. Hotel ini ditempuh 30 menit dari Bandara Ngurah Rai, lokasi hotel ini dekat supermarket Matahari. Fasilitas Kamar : Lokasi hotel bersih dan asri, kamar satu bed atau tempat tidur, kipas angin dan satu kamar mandi dalam. Tersedia 10 kamar.

7. Hotel Damai 2
Jalan Nusa Kambangan no 7, Denpasar. Hotel ini ditempuh 30 menit dari bandara Ngurah Rai, dan letaknya berada di jantung kota serta dekat pusat pertokoan elektronik. Fasilitas Kamar : tersedia 23 kamar, kamar nyaman dengan penataan yang modern, kamar dilengkapi dengan kipas angin,

8 Hotel Indra Inn
Jalan Suli no 11, Denpasar. Hotel ini ditempuh 45 menit dari bandara Ngurah Rai, lokasi hotel ini dekat GOR Ngurah Rai, serta berada di jantung kota Denpasar, serta dekat dengan pasar Kereneng.

9. Hotel Merte Sari
Alamat : Jalan Pidada Barat XIII, Ubud, Denpasar. Ditempuh 50 menit dari bandara Ngurah Rai, hotel ini dekat dengan terminal Ubud, Denpasar.
Fasilitas kamar : Kamar hotel ini ditata dengan apik, tersedia 10 kamar, AC dan TV, closet duduk, 1 kamar 2 tempat tidur. Halaman yang luas membuat anda merasa nyaman nginap di hotel ini.

10.Hotel Olala
Alamat : Jalan Pidada Tengah, Ubung, Denpasar. Hotel ini ditempuh 50 menit dari Bandara Ngurah Rai, dekat dengan terminal Ubung. Fasilitas kamar : Tersedia 4 kamar, AC, TV dan kamar mandi dalam dengan closet duduk,

11. Penginapan Omega
Jalan Cokroaminoto no 65, Denpasar.Hotel ini ditempuh 50 menit dari bandara Ngurah Rai, lokasi berdekatan dengan terminal Ubung. Fasilitas kamar : tersedia Tersedia 15 kamar, AC, TV dan kebun yang cantik, anda akan merasa nyaman nginap di hotel ini.

12. Hotel Oqira
Jalan Cargo Taman 2 X, Denpasar, Bali
Hotel ini ditempuh 50 menit dari bandara Ngurah Rai, lokasi berdekatan dengan terminal Ubung. Fasilitas : tersedia 4 kamar, AC, TV dan kamar mandi dalam dengan closet jongkok.

13. Penginapan Osella
Alamat jalan Pidada XII no 6, Ubung, Denpasar. Hotel ini ditempuh 50 menit dari Bandara Ngurah Rai, berada dekat dengan terminal Ubung. Fasilitas Kamar : tersedia 15 kamar, kipas angin dan kamar mandi dalam.

14. Hotel Nuansa Indah
Jalan nangka 172, Denpasar-Bali. Hotel ini dapat ditempuh 45 menit dari bandara Ngurah Rai, berada dekat di jantung kota Denpasar. Fasilitas Kamar : tersedia 7 kamar, kipas angin dan kamar mandi dalam. Satu tempat tidur untuk dua orang.

15. Hotel Suli
Jalan Suli No 19, Denpasar-Bali. Hotel ini dapat dijangkau 45 menit dari bandara Ngurah Rai, berada dekat dengan pasar Kreneng. Fasilitas Kamar : Tersedia 15 kamar, untuk kamar harga Rp 100 ribu disediakan 2 kamar, kipas angin, kamar mandi dalam.
READ MORE - Info Hotel Murah Di Kuta, Ubud, Sanur dan Denpasar

Agen Properti Terpercaya di Bali